Cari Blog Ini

Rabu, 08 Mei 2013


DANIEL (08.301.028). Studi Kadar Vitamin C dan Perubahan Fisik Buah Terung Belanda (Cypomandra betacea Sendt.) Selama Penyimpanan Suhu Ruang. Dibimbing oleh MIFTAHUDDIN ARIF dan ANDI HAFIDAH.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan perubahan fisik buah terung belanda (Cypomandra betacea Sendt.) selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2013 di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar. Prosedur penelitian adalah pengukuran kadar vitamin C, berat, volume dan pengamatan warna, aroma, tekstur terung belanda selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan penelitian adalah A1 (hari kontrol), A2 (penyimpanan 1 hari), A3 (penyimpanan 2 hari), A4 (penyimpanan 3 hari), A5 (penyimpanan 6 hari) dan A6 (penyimpanan 5 hari). Data diolah dengan menghitung rata-rata 3 (tiga) kali ulangan hasil pengukuran terhadap parameter pengamatan kemudian disajikan dalam bentuk grafik dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama lima hari penyimpanan pada suhu ruang, kadar vitamin C buah terung belanda (Cypomandra betacea Sendt.) menurun dari 0,00871 % menjadi 0,00345 %. Berat awal 37,73 gram turun menjadi 31,27 gram. Volume awal 102,19 cm3 turun menjadi 76,53 cm3. Warna awal orange berubah menjadi coklat. Aroma terung belanda yang khas berubah menjadi tidak khas. Tekstur awalnya keras berubah menjadi sangat lunak.


Kata kunci : vitamin C, fisik, terung belanda, penyimpanan, suhu ruang.



DANIEL. Study of Tamarillo (Cypomandra betacea Sendt.) Vitamin C Rate and Physical Change During Storage in Room Temperature.  Supervised by MIFTAHUDDIN ARIf and                 ANDI HAFIDAH.

This research aimed to know vitamin C Rate and physical change of tamarillo (Cypomandra betacea) during storage in room temperature. This research was conducted on April until May 2013 in Food Technology Laboratory, Agriculture Faculty, Indonesia Timur University,  Makassar. Research procedure was determination of tamarillo vitamin C, weight, volume and measuring of tamarillo color, aroma, texture during storage in room temperature. The research treatment were A1 (day’s control),  A2 (one day’s storage), A3 (two day’s storage), A4 (three day’s storage), A5 (four day’s storage) dan A6 (five day’s storage.  Data were processed by calculate the average data from result of three times replication on measuring the observation parameter then showed into graphics and analysed descriptively.  This research pointed out that during five day’s  storage in room temperature, vitamin C rate of tamarillo (Cypomandra betacea) decreased from  0,00871 % become 0,00345 %.  Beginning wieght was 37,73 gram decreased become 31,27 gram.  Beginning volume was 102,19 cm3 decreased become 76,53 cm3.  Beginning color was orange change into brown.  Beginning aroma of tamarillo  that specific change into unspecific aroma.  Beginning texture was hard change into very soft.

Key words                vitamin C, tamarillo, physical, storage, room temperature.

Kamis, 02 Mei 2013

Dodol Ubi Jalar Ungu

ABSTRAK

HERNAWATI (09 301 008). Pengaruh Penambahan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) Pada Pembuatan Dodol. Dibimbing oleh JUMIATI NURDIN dan DEWI SARTIKA


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bahan yang tepat guna menghasilkan dodol ubi jalar ungu yang memiliki nilai organoleptik yang disukai oleh konsumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2013 di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar, Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar. Prosedur penelitian adalah pembuatan dodol ubi jalar ungu dengan perlakuan A1 (bubur ubi jalar ungu 800 gram + tepung ketan 200 gram), A2 (bubur ubi jalar ungu 500 gram + tepung ketan 500 gram), dan A3 (bubur ubi jalar ungu 200 gram + tepung ketan 800 gram). Parameter pengamatan yaitu karakteristik fisik dodol ubi jalar ungu (rasa, aroma, warna dan tekstur) yang diuji organoleptik metode hedonik. Data diolah dengan menghitung rata-rata hasil penilaian panelis terhadap parameter pengamatan dan disajikan dalam bentuk diagram batang yang dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa dodol ubi jalar ungu yang paling disukai adalah perlakuan A2 (4,40), sedangkan yang kurang disukai adalah perlakuan A3 (2,00). Warna yang paling disukai adalah perlakuan A2 (4,33), sedangkan yang kurang disukai adalah perlakuan A3 (2,00). Aroma yang paling disukai adalah perlakuan A2 (4,60), sedangkan yang kurang disukai adalah perlakuan A3 (2,20). Tekstur yang paling disukai adalah perlakuan A2 (4,33), sedangkan yang kurang disukai adalah perlakuan A3 (2,13). Kesimpulan penelitian ini adalah pembuatan dodol ubi jalar ungu (Ipomea batatas var Ayamurasaki) dengan bahan bubur ubi jalar ungu 500 gram, tepung ketan 500 gram, santan kelapa 500 mL, gula pasir 500 gram, garam 3 gram, dan vanili 3 gram memiliki nilai organoleptik disukai oleh konsumen.

Kata kunci : Ubi jalar ungu, dodol, organoleptik, tepung ketan

ABSTRACT

HERNAWATI (09 301 008). Effect of Addition Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) in Making Dodol. Supervised by JUMIATI NURDIN and DEWI SARTIKA.


This research aimed to know the right manner quantity to result purple sweet potato dodol that had organoleptic value favored by consumers. This research was conducted on February until March 2013 in Food Technology Laboratory, Agriculture Faculty, Indonesia Timur University, Makassar. Research procedure was purple sweet potato dodol with treatment A1 (800 grams purple sweet potato pulp + 200 grams glutinous rice flour), A2 (500 grams purple sweet potato pulp + 500 grams glutinous rice flour), and A3 (200 grams purple sweet potato pulp + 800 grams glutinous rice flour). Observation parameters were purple sweet potato dodol physical characteristic (taste, flavor, color, and texture) that tasted organoleptic hedonic method. Data processed with by calculating the average the assessment panel results and the observation parameters were presented in bar charts form that discussed descriptively.The research result pointed out that the most favored purple sweet potato dodol taste was treatment A2 (4.40), while the less favored was treatment A3 (2,00). The most favored purple sweet potato dodol color was treatment A2 (4,33), while the less favored was treatment A3 (2,00) The most favored purple sweet potato dodol flavor was treatment A2 (4,60), while the less favored was treatment A3 (2,20). The most favored purple sweet potato dodol texture was treatment A2 (4,33), while the less favored was treatment A3 (2,13). The research conclusion was making purple sweet potato dodol (Ipomea batatas var Ayamurasaki) with 500 grams purple sweet potato pulp, 500 grams glutinous rice flour, 500 mL coconut milk, 500 grams sugar, 3 grams salt, and 3 grams vanilla had organoleptic value favored by consumers.

Keywords : purple sweet potato, dodol, organoleptic, glutinous rice flour.

Rabu, 01 Mei 2013


AGUS DANA SAPUTRA (09301020).  Pengaruh Tepung Ubi Jalar Ungu Terhadap Kadar Vitamin C Kerupuk. Dibimbing Oleh MIFTAHUDDIN ARIF dan ANDI MASLIA TENRISAU. 
               

              Kerupuk adalah bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya adalah pati. Ubi jalar ungu biasa disebut Ipomoea batatas var Ayamurasaki karena memiliki kulit dan daging umbi berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang bermanfaat dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung ubi jalar ungu terhadap kadar vitamin C kerupuk.
               Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 sampai Februari 2013, di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar. Metode penelitian dilakukan pembuatan kerupuk ubi jalar ungu dengan perlakuan A1 = 1000 g tepung ubi jalar ungu, A2 = 700 g tepung ubi jalar ungu : 300 g tepung tapioka, A3 = 500 g tepung ubi jalar ungu : 500 g tepung tapioka, A4 = 300 g tepung ubi jalar ungu : 700 g tepung tapioka Parameter pengamatan yaitu menganalisis kadar vitamin C kerupuk ubi jalar ungu. Pada setiap perlakuan dilakukan dengan analisis sidik ragam tiga kali ulangan pada taraf 5 %.
              Hasil penelitian terhadap kadar vitamin C kerupuk ubi jalar ungu menunjukkan bahwa vitamin C yang tertinggi terdapat kerupuk 1000 gr tepung ubi jalar ungu + tanpa tepung tapioka dengan nilai  sebesar 0,016 %. Sedangkan yang terendah pada kerupuk 300 gr tepung ubi jalar ungu + 700 gr tepung tapioka dengan nilai 0,007 %.  

Kata Kunci: Ubi Jalar Ungu, Kerupuk, Vitamin C




AGUS DANA SAPUTRA (09301020). Influence Of Purple Sweet Potato Flour To Chips Vitamin C Rate. Supervised by MIFTAHUDDIN ARIF and ANDI MASLIA TENRISAU.

          Chips are dry matter form thin plates made ​​of dough that its main ingredient is starch. Purple sweet potato is caled Ipomoea batatas var ayamurasaki because it has skin and tuber flesh blackish purple (purple solid). Vitamin C is one of the vitamins that are useful to enhance the durability of the human body. This research aim to know the Influence of purple sweet potato flour to chips vitamin C rate. 
        The research was conducted on January 2013 until February 2013, at Food Technology Laboratory, Agriculture Faculty East Indonesia University Makassar. The research method was mahing purple sweet potato chips with treatment A1= 1000 g purple sweet potato flour, A2= 700 g purple sweet potato flour: 300 g tapioca flour, A3= 500 g purple sweet potato flour: 500 g tapioca flour, A4= 300 g purple sweet potato flour: 700 g tapioca flour, observation parameter is vitamin C purple sweet potato chips. Data processed by analysis variance with three replications in 5% level. 
          The point out research of chips vitamin C rate that the highest chips vitamin C in treatment 1000 gr purple sweet potato flour + no starch chips with value 0,016 %, with the lowest in  300 g purple sweet potato flour + 700 g tapioca flour chips with value 0,007%. 

Keywords: Purple Sweet Potato, Chips, Vitamin C.

Kamis, 26 Juli 2012


VISI

Menjadi Fakultas Pertanian yang Unggul dalam Pengembangan  IPTEK dan  Sumber Daya Manusia  yang  Cerdas dan Berkarakter

MISI

1.   Melaksanakan  pendidikan dan pengajaran yang  profesional  dan berkualitas
2.   Mengembangkan penelitian yang berbasis sumberdaya lokal, berwawasan lingkungan dan berorientasi pasar.
3.   Mengembangkan pengabdian masyarakat yang berbasis penelitian dan berorientasi pengembangan keunggulan lokal
4.   Membangun karakter dan  jiwa entrepreneurship mahasiswa.

TUJUAN

1.   Menghasilkan sumberdaya manusia yang cerdas,  unggul, dan kompetitif
2.   Menghasilkan berbagai riset yang bermanfaat bagi pengembangan iptek yang berwawasan lingkungan dan berorientasi pasar.
3.   Mewujudkan pengabdian masyarakat yang berbasis penelitian dan berorientasi pengembangan keunggulan local
4.   Menghasilkan luaran berjiwa entrepreneurship dan memiliki karakter yang jujur, tangguh, peduli dan bertanggung jawab.

1.1.4  Sasaran 

Sasaran Fakultas Pertanian adalah :
a.  Meningkatnya mutu  proses pendidikan dan pengajaran
b.  Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga pendidik dan non-kependidikan menurut kompetensi yang diharapkan
c.  Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana-prasana proses pendidikan dan pengajaran
d.  Meningkatnya intensitas dan kualitas hasil penelitian
e.  Meningkatnya kualitas dan kuantitas kegiatan  pengabdian yang   bermanfaat bagi masyarakat.
f.   Meningkatnya  kuantitas jaringan kemitraan dengan pemerintah, industri dan stakeholder lainnya.
g.  Terciptanya luaran yang berjiwa entrepreneurship,  dan memiliki karakter yang jujur, tangguh, peduli dan bertanggung jawab